Contoh Proposal Kerajinan Limbah Hanger Dari Sikat Gigi | PRAKARYA

Posted on
Proposal Kerajinan 
Berbahan Limbah Lokal
“Hanger Dari Sikat Gigi”
 (LOGO SEKOLAH)

Nama Kelompok:
  1.
  2.
  3.
  4.
  5.

BAB 1
Pendahuluan



1.1 Latar Belakang
    Pembuatan hanger dari sikat gigi bekas dapat mengurangi limbah sikat gigi bekas di lingkungan masyarakat.Pemakaian sikat gigi yang selalu diganti 3 bulan sekali, memudahkan kita menemukan sikat gigi bekas.

     Pembuatan kerajinan hanger dari sikat gigi dikalangan masyarakat masih sedikit, sehingga dibutuhkan kreativitas dan inovasi baru untuk mengelolanya. Selain itu, pembuatan kerajinan Hanger ini dapat menarik minat para remaja yang suka hal unik.

     Dilihat dari seisi rumah, tampak kurang cantik tanpa ada benda yang menarik untuk menghiasi kamar mandi

1.2 Manfaat/Tujuan
1. Dapat mengurangi limbah sikat gigi di lingkungan
2. Bisa digunakan sebagai gantungan handuk, jilbab, dan kain
3. Dapat digunakan sebagai interior dikamar mandi

1.3 Alat dan Bahan
Sikat gigi
Benang wol
Tali kur
Lem
Gunting
Cutter

1.4 Nama Peserta
1.
2..
3.
4.
5.

1.5 Tempat dan Waktu 
Dilaksanakan  disekolah pada tanggal, 15 September 2019

1.6 Cara Pembuatan
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil sikat gigi kemudian hilangkan bulu pada sikat gigi dengan menggunakan cutter, lalu bersihkan sampai bulunya habis
3. Lilitkan benang wol pada sikat gigi dengan rapi dan rapat
4. Ambil benang wol secukupnya lalu digulungkan dipotongan kardus ukuran 10 x 20 cm
5. Potong gulungan benang wol mwnjadi dua bagian kemudia ikat pada bagian ujungnya hingga menjadi bulatan.
6. Buat gulungan benang hingga menjadi 6 buah
7. Tempelkan bulatan benang wol pada bagian ujung sikat gigi yang telah dililitkan benang wol.
8. Ikatkan tali kur pada bagian ujung sikat sehingga dapat digunakan sebagai gantungan hanger.

Bab II
Anggaran Dana

2.1. Alat & Bahan
     -Sikat gigi 4 buah            Rp12000
     -Benang wol Rp 3000/gulung
     -Lem tembak Rp 2000/batang
     -Tali kur Rp 3000/gulung
     -Gunting                                   –
     -Cutter                                      –
Total Rp 20.000

    2.2. Landasan Teori
 Pengertian Enterpreneurship atau Kewirausahaan Suryana (2003) menyatakan bahwa istilah kewirausahaan dari terjemahan entrepreneurship, yang dapat diartikan sebagai the backbone of economy, yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai tailbone of economy, yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Wirakusumo, 1997). Secara etimologi, kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (startup phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). Pengertian Wirausaha menurut Tarmudji (2006) adalah : Wirausaha bila ditinjau dari etimologinya berasal dari kata wira dan usaha, kata wira berarti teladan atau patut dicontoh, sedangkan usaha berarti Berkemauan keras memperoleh manfaat. Jadi seorang wirausaha dapat diartikan sebagai berikut: Seseorang yang berkemauan keras dalam melakukan tindakan yang bermanfaat dan patut menjadi teladan hidup. Atau lebih sederhana dirumuskan sebagai, Seseorang yang berkemauan keras dalam bisnis yang patut menjadi teladan hidup. Untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil, seorang wirausaha harus mempunyai tekad dan kemauan yang keras untuk mencapai tujuan usahanya.
2 Karakteristik Enterpreneur (Wirausaha) Mutis (2005) memberikan ciri-ciri pribadi wirausaha yang paling sering diungkapkan adalah: 1. Adanya kebutuhan untuk mencapai sesuatu. 2. Adanya kebutuhan akan kontrol, orientasi intuitif yang kreatif. 3. Melihat ke masa depan. 4. Kecenderungan untuk mengambil resiko. 5. Mempunyai kebebasan mental. 6. Mempunyai jiwa kepemimpinan. 7. Pemberontak sosial Karakteristik Wirausahawan Andal : (Agus, 2011) 1. Punya rasa percaya diri dan kemandirian yang tinggi. 2. Mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh. 3. Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang. 4. Mau dan mampu bekerja keras dan menekuni bidang usahanya tanpa kenal menyerah. 5. Mau dan mampu berkomunikasi baik dengan pihak internal maupun eksternal 6. Mau dan mampu bernegosiasi dengan win-win solution.
3 10 7. Menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin. 8. Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan mengelola dan memotivasi orang lain (leadership/managerialship). 9. Mau dan mampu melakukan perluasan dan pengembangan usaha dengan resiko yang moderat. 10. Berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kemitraan Sifat Pengusaha Menurut Teori Meredith Dari berbagai penelitian yang ada ditemukan sembilan belas sifat penting wirausaha yang diperoleh dari tujuh penelitian yang pernah dilakukan. Kesembilan belas sifat itu dikelompokkan menjadi enam sifat unggul (research methodology workshop, 1977), sebagai berikut: (Meredith, 2000) (1) Percaya diri: seorang entrepreneur haruslah memiliki sifat percaya diri yang tercermin dari yakin dan optimisme, mandiri, kepemimpinan dan dinamis. a. Yakin dan optimisme: yaitu sifat dari pengusaha yang yakin dan optimis bahwa usahanya akan maju dan berkembang untuk itu seorang wirausaha harus
4 11 mampu menyusun rencana keberhasilan perusahaannya. b. Mandiri: Tidak mengandalkan dan bergantung orang lain atau keluarga. c. Kepemimpinan dan dinamis: seorang wirausaha harus mampu bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawabnya tidak hanya pada material tetapi juga moral kepada berbagai pihak. (2) Originalitas: seorang entrepreneur haruslah memiliki sifat orginalitas yang tercermin dari kreatif, inovatif dan inisiatif atau proaktif. a. Kreatif: mampu mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan. b. Inovatif: mampu melakukan sesuatu yang baru yang belum dilakukan banyak orang sebagai nilai tambah keunggulan bersaing. c. Inisiatif atau proaktif: mampu mengerjakan banyak hal dengan baik dan memiliki pengetahuan. (3) Berorientasi manusia: meliputi sifat suka bergaul dengan orang lain, komitmen, responsive terhadap saran atau kritik.
5 12 a. Sifat suka bergaul dengan orang lain berarti harus mampu mengembangkan dan memelihata hubungan baik dengan berbagai pihak. b. Komitmen: berkomitmen pada berbagai pihak. c. Responsif terhadap saran atau kritik: menganggap saran dan kritik sebagai dasar untuk mencapai kemajuan. (4) Berorientasi hasil kerja: meliputi sifat ingin berprestasi, berorientasi keuntungan, teguh, tekun, dan kerja keras, penuh semangat, dan penuh energi. a. Ingin berprestasi, kemauan untuk terus maju dan mengembangkan usaha. b. Berorientasi keuntungan: semua cara dan usaha yang dilakukan harus mendatangkan profit karena bisnis tidak akan bisa bertahan dan berkembang jika tidak ada profit. c. Teguh, tekun dan kerja keras: kerja keras dalam arti jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, dimana ada peluang disitu ia datang. d. Penuh semangat dan penuh energi: melakukan semua aktivitas dengan semangat untuk keberhasilan (5) Berorientasi masa depan: terdiri dari sifat pandangan ke depan, ketajaman persepsi.
6 13 a. Sifat pandangan ke depan: memiliki visi dan tujuan yang jelas. b. Ketajaman persepsi: memiliki persepsi yang baik terhadap pelayanan dan kualitas produk. (6) Berani ambil risiko: terdiri dari sifat mampu ambil risiko, suka tantangan. a. Sifat mampu ambil risiko, yaitu pengusaha mampu mengambil risiko dalam menjalankan bisnisnya. b. Suka tantangan, yaitu sifat pengusaha yang menyukai tantangan.
7 KERANGKA PIKIR Pengusaha Sumber Bahagia Printing Identifikasi sifat enterpreneur menurut teori Meredith : 1. Percaya diri 2. Originalitas 3. Berorientasi manusia 4. Berorientasi hasil 5. Berorientasi masa depan 6. Berani mengambil risiko Gambar 2.1. Kerangka Pikir Penelitian 2.5. DEFINISI OPERASIONAL a. Pengusaha Sumber Bahagia Printing adalah Bapak Tommy Handoko yang pada penelitian ini merupakan subjek penelitian. b. Identifikasi sifat enterpreneur menurut teori Meredith meliputi: 1. Percaya diri. Indikatornya dengan: i. Yakin dan optimisme: yaitu sifat dari pengusaha yang yakin dan optimis bahwa usahanya akan maju dan berkembang
8 15 untuk itu seorang wirausaha harus mampu menyusun rencana keberhasilan perusahaannya. Mandiri: Tidak mengandalkan dan bergantung orang lain atau keluarga dalam pengambilan keputusan. i Kepemimpinan dan dinamis: seorang wirausaha harus mampu memimpin dengan baik agar perusahaan bisa berjalan dengan lancar. 2. Originalitas: seorang enterpreneur harus memiliki sifat originalitas. Indikatornya dengan: i. Kreatif: mampu mengembangkan ide-ide baru seperti dalam mengembangkan model desain produk. Inovatif: mampu melakukan sesuatu yang baru yang belum dilakukan banyak orang sebagai nilai tambah keunggulan bersaing dalam menarik pelanggan. i Inisiatif: berani mengambil tindakan atas kemauan sendiri dan bertanggung jawab. 3. Berorientasi manusia. Indikatornya dengan: i. Sifat suka bergaul dengan orang lain yang berarti mampu mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak. i Komitmen: berkomitmen pada berbagai pihak. Responsif terhadap saran atau kritik: menganggap saran dan kritik sebagai dasar untuk mencapai kemajuan.
9 16 4. Berorientasi hasil kerja. Indikatornya dengan: i. Ingin berprestasi, kemauan untuk terus maju dan mengembangkan usaha. Penuh semangat dan penuh energi: melakukan semua aktivitas dengan semangat untuk keberhasilan. 5. Berorientasi masa depan. Indikatornya dengan: i. Sifat pandangan ke depan: memiliki pandangan kedepan akan perusahaan yang dikelolanya. Ketajaman persepsi: memiliki ketajaman yang baik terhadap peningkatan pelayanan dan kualitas produk. 6. Berani ambil risiko. Indikatornya dengan: i. Mau dan berani ambil risiko, yaitu pengusaha mampu mengambil risiko dalam menjalankan bisnisnya. Suka tantangan, yaitu sifat pengusaha yang menyukai tantangan.

   2.3 ANALISIS SWOT
   Strength          : Sikat gigi banyak ditemukan,karena 3 bulan harus diganti.
                              Mudah dibuat, bahan yang digunakan sedikit
                              Sikat gigi yang tahan lama                           
    Weakness       :Talinya mudah putus, sebab gantungan terlalu berat
                             Mudah berjamur jika terkena air
    Oportunities   : Masih sedikit yang menjual
                              Produknya unik, bisa menarik perhatian konsumen          terutama remaja
    Threat             :Anak kecil yang suka menarik hiasannya
     2.4 Biaya Operasional
   1.) Penyusutan alat 10%
          10:100 x 20.000 = 2.000
   2.)Biaya upah kerja  5%
           5:100 x 20.000= 1.000
   3.)Biaya transportasi   3%
            3:100 x 20.000=666

      4.)Laba
           Harga jual-modal
            26.000-20.000=6.000
       5.)Harga Jual 30% x modal
           30:100 x 20.000=26.000
       6.)Modal
         Sikat gigi                  12.000
         Lem tembak                3000
         Talikur                          2000
         Benang wol                  3000
           Jadi, modalnya sebesar 20000

         

BAB 4
Kesimpulan

     Limbah sikat gigi bekas sangat bermanfaat, untuk kebutuhan rumah tangga, mudah ditemukan,dan mudah dalam pembuatan. Pembuatan hanger dari sikat gigi bekas dapat mengurangi limbah di lingkungan. Kegunaanya yaitu untuk menggantungkan jilbab, kain, maupun handuk.

Leave a Reply