CONTOH MAKALAH SIKAP WARGA NEGARA INDONESIA DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI VIRUS CORONA

Posted on
MAKALAH
SIKAP WARGA NEGARA INDONESIA DAN KEBIJAKAN
PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI VIRUS CORONA
Disusun oleh:
()
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS 
2020

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul SIKAP WARGA NEGARA INDONESIA DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI VIRUS CORONA ini tepat
pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dosen pada mata kuliah KEWARGANEGARAAN. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan tentang SIKAP WARGA NEGARA INDONESIA DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI VIRUS CORONA bagi para pembaca dan juga
bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Mauli Diniari, selaku dosen KEWARGANEGARAAN yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Indonesia, 20 Maret 2020 
Penulis 
DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………. 2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………………. 3 BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………………….. 4
A.Latar Belakang  …………………………………………………………………………………………………………… 4
B.RumusanMasalah ………………………………………………………………………………………………………… 5
C.Tujuan Pembahasan……………………………………………………………………………………………………… 5 BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………………………………… 6
A. Definisi coronavirus ……………………………………………………………………………………………………. 6
B.Cara kerja dan penyebaran  …………………………………………………………………………………………… 7
C.Gejala infeksi virus………………………………………………………………………………………………………. 7
D.Upaya pencegahan ………………………………………………………………………………………………………. 8
E.Kebijakan pemerintah …………………………………………………………………………………………………… 8
F.Dampak virus corona  …………………………………………………………………………………………………. 11 BAB 3 PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………….. 20
A.Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………………………. 20
B.Saran  ……………………………………………………………………………………………………………………….. 21
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………….. 22

BAB I PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang  
Koronavirus atau coronavirus adalah sekumpulan virus dari subfamily Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviriade dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia ( termasuk manusia ). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk peyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Virus dapat menyerang siapa saja, baik bayi, anakanak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada akhir bulan Desember 2019 setelah beberapa orang mengalami pneumonia tanpa sebab yang jelas dan prosedur perawatan dan vaksin yang diberikan ternyata tidak efektif. Kemunculan penyakit ini diduga berhubungan dengan pasar grosir makanan laut Huanan yang menjual hewan hidup. Dan virus ini telah menyebar kebeberapa negara diseluruh dunia, termasuk Indonesia.
Wabah ini telah dinyatakan sebagai kedaruratan Kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia ( PHEIC ) oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) pada 30 Januari 2020. Dan hingga sekarang WHO bekerja sama dengan para ilmuwan untuk menciptakan vaksin untuk virus ini.

2.1 Rumusan Masalah
1. Apa itu coronavirus?
2. Bagaimana kerja penyebaran virus corona?
3. Apa saja gejala yang terjadi pada seorang yang tertular virus corona?
4. Bagaimana cara pencegahan virus corona di kalangan masyarakat ?
5. Bagaimana kebijakan pemerintah saat ini mengenai virus corona ?
6. Apa saja dampak virus corona terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara ?

3.1 Tujuan Pembahasan
1. Memberikan wawasan tentang coronavirus
2. Memberikan pengetahuan tentang penyebaran, gejala, dan cara pencegahan virus corona
3. Mengetahui kebijakan pemerintah dalam menangani pandemic virus corona
4. Mengetahui dampak virus corona terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

BAB II 
PEMBAHASAN 

A. Definisi Coronavirus 
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sebagian besar coronavirus adalah virus yang tidak berbahaya. Coronavirus adalah virus zoonosis, artinya virus ini disebarkan melalui hewan dan manusia. Virus corona ditemukan pada manusia pertama kali pada tahun 1960 di hidung pasien yang terkena flu biasa (common cold). Ada dua jenis coronavirus pada manusia, yaitu OC43 dan 229E, adalah yang bertanggung jawab atas terjadinya sebagian flu biasa.  Virus ini diberi nama berdasarkan proyeksi mirip mahkota di permukaannya. “Corona” dalam Bahasa latin berarti “halo” atau “mahkota”. Penyebaran coronavirus adalah sama seperti penyebaran virus flu pada umunya, seperti batuk dan bersin, atau dari sentuhan orang yang terinfeksi. Coronavirus adalah virus yang umumnya muncul pada musim gugur dan dingin di Amerika Serikat. Namun, semua orang bisa terkena virus ini kapanpun. Coronavirus sendiri memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan tingkat keparahan penyakit yang disebabkan dan seberapa jauh penyebarannya. Medical News Today menyebut, saat ini ada enam jenis virus corona yang menginfeksi manusia, yakni :
229E
NL63
0C43
HKU1
B. Cara Kerja Penyebaran Coronavirus
Seperti yang telah disebutkan, coronavirus adalah virus zoonosis. Artinya, virus ini menular dari hewan ke manusia. Penularan antar-manusia juga bisa terjadi walau belum diteliti secara khusus. Para ahli meyakini bahwa Covid-19 menular dari orang ke orang melalui droplets, secara umum penularan coronavirus, antara lain :
Melalui udara (virus keluar dari mereka yang batuk dan bersin tanpa menutup mulut)
Sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi
Menyentuh permukaan benda yang terdapat virus kemudian menyentuh wajah
(hidung, mata, dan mulut) tanpa mencuci tangan
C. Gejala Infeksi Virus Corona  
Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala yang muncul biasanya tergantung dari jenis virus dan seberapa serius infeksinya. Infeksi virus corona atau Covid-19 bisa menyebabkan flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus corona, yaitu :
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat celcius)
Batuk
Sesak napas
Menurut penelitian, gejala Covid-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus corona.
D. Upaya pencegahan virus corona  
Untuk mencegah infeksi virus ini, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah langkah terbaik saat ini yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Selain itu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempertahankan system imun, karena penyakit akibat virus dapat dicegah dengan ketahanan system imun yang baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus corona :
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, jika tidak memungkinkan untuk cuci tangan bisa menggunakan handsanitizer.
Hindari menyentuh wajah (hidung, mulut, dan mata) dengan tangan yang kotor
Hindari behubungan dengan orang yang sakit
Hindari daerah dimana infeksi/wabah terjadi
Bersihkan barang yang sering digunakan
Tutup mulut Ketika batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan
Menetap dirumah jika sakit

E. Kebijakan pemerintah Indonesia dalam menanggulangi virus corona 
Penyebaran virus corona di seluruh dunia makin meluas terutama di Indonesia. Jumlah korban yang meninggal akibat terinfeksi virus corona mencapai 25 orang pada Kamis 19 Maret 2020, menjadi paling tertinggi di antara negara Asia Tenggara lainnya. Hingga saat ini total ada 450 orang di Indonesia yang terinfeksi virus corona. Sedangkan sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh dan 38 pasien dinyatakan meninggal dunia. Akan tetapi perhitungan ini masih bisa meningkat. Dari hasil tersebut pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menanggulangi virus corona yang merebak di Indonesia. Adapun beberapa langkah pemerintah dalam menanggulangi hal ini:
1. Membatasi pendatang/travelers orang asing dari negara lain ke dalam negeri dan menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak berpergian ke luar negeri.
2. Kebijakan social distancing, mengurangi aktifitas diluar rumah dan interaksi dengan orang lain. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan mampu menekan adanya penularan virus corona ini karena dengan kebijakan ini masyarakat kurang mengunjungi tempat- tempat umum.
3. Kegiatan sekolah dari SD, SMP, dan SMA/SMK serta perguruan tinggi diberlakukan daring atau system belajar secara online.
4. Kegiatan work from home yang dilakukan melalui daring atau system bekerja secara online.

Adapun beberapa kebijakan pemerintah dalam kegiatan ekonomi ditengah pandemic Covid-19, yaitu:
1. Memerintahkan seluruh Menteri, gurbernur, dan wali kota memangkas rencana belanja yang bukan belanja prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
2. Memerintah pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya untuk mempercepat pengentasan dampak corona, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi.
3. Meminta pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok, diikuti dengan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat lapisan bawah.
4. Meminta program Padat Karya Tunai diperbanyak dan dilipatgandakan, dengan catatan harus diikuti dengan kepatuhan terhadap protocol pencegahan virus corona, yaitu menjaga jarak aman satu sama lain.
5. Pemerintah memberikan tambahan sebesar Rp.50.00 pada pemegang kartu sembako murah selama enam bulan.
6. Mempercepat impelementasi kartu pra-kerja guna mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan pengusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzetnya.
7. Pemerintah membayarkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh Wajib Pajak (WP) karyawan di industry pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp. 8,6 trilliun.
8. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi kredit dibawah rp 10 miliar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Relaksai tersebut berupa penurunan bunga dan penundaan cicilan selama setahun, baik dari perbankan dan industry keuangan non bank.
9. Masyarakat berpenghasilan rendah yang melakukan kredit kepmilikan rumah (KPR) bersubsidi, akan diberikan stimulus.
• Selain beberapa kebijakan ekonomi diatas, berikut ini merupakan kebijakan pemerintah yang lain dalam menanggulangi masalah ekonomi dalam pandemic corona.
Pemerintah mendorong Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat mengakselerasi belanja terutama pada jadwal Kuartal I 2020.Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat pandemik Covid-19, serta penurunan harga-harga komoditas. Pemerintah juga melakukan re-focusing penganggaran dan meluncurkan paket Stimulus Fiskal jilid I dan jilid II yang diharapkan mendukung bergeraknya sektor riil. Secara umum prioritas utama Pemerintah saat ini adalah dukungan untuk sektor kesehatan, penguatan jaring pengaman sosial dan penyelamatan sektor dunia usaha.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan wabah Corona Covid-19 akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5 persen. Meski demikian, Ia menyebut PDB Indonesia tidak akan terjun terlalu jauh.. Menurutnya, pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) sudah menyiapkan kebijakan dari sisi fiskal maupun moneter. Luhut pun memastikan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo akan mampu menghasilkan output terbaik.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan selama kuartal I sampai dengan minggu kedua atau sepuluh hari pertama dari Maret, Ekonomi Indonesia masih bertengger di 4,9 persen.

F. Dampak virus corona terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 
A. Dampak virus corona terhadap kehidupan Sosial Masyarakat
Peraturan ataupun kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tentu sangat berpengaruh terhadap segala sector, salah satunya kehidupan social masyarakat.
Dampak pengaruh virus corona (Covid-19) dalam kehiduapan social masyarakat, diantaranya:
1. Timbulnya rasa curiga dan hilangnya rasa kepercayaan terhadap orang-orang
disekitar kita.
2. Terjadinya ‘panic buying’ di beberapa kota besar di Indonesia
3. Diskriminasi terhadap WNI yang bekerja di luar negeri saat Kembali ke Indonesia

B. Dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia
China merupakan negara eksportir terbesar dunia. Indonesia sering melakukan kegiatan impor dari China dan China merupakan salah satu mitra dagang terbesar
Indonesia. Adanya virus Corona yang terjadi di China menyebabkan perdagangan
China memburuk. Hal tersebut berpengaruh pada perdagangan dunia termasuk di Indonesia. Penurunan permintaan bahan mentah dari China seperti batu bara dan kelapa sawit akan mengganggu sektor ekspor di Indonesia yang dapat menyebabkan penurunan harga komoditas dan barang tambang.
Penerimaan pajak sektor perdagangan juga mengalami penurunan padahal perdagangan memiliki kontribusi kedua terbesar terhadap penerimaan pajak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor migas dan non-migas mengalami penurunan yang disebabkan karena China merupakan importir minyak mentah terbesar. Selain itu, penyebaran virus Corona juga mengakibatkan penurunan produksi di China, padahal China menjadi pusat produksi barang dunia. Apabila China mengalami penurunan produksi maka global supply chain akan terganggu dan dapat mengganggu proses produksi yang membutuhkan bahan baku dari China. Indonesia juga sangat bergantung dengan bahan baku dari China terutama bahan baku plastik, bahan baku tekstil, part elektronik, komputer dan furnitur.
Virus Corona juga berdampak pada investasi karena masyarakat akan lebih berhatihati saat membeli barang maupun berinvestasi. Virus Corona juga memengaruhi proyeksi pasar. Investor bisa menunda investasi karena ketidakjelasan supply chain atau akibat asumsi pasarnya berubah. Di bidang investasi, China merupakan salah satu negara yang menanamkan modal ke Indonesia. Pada 2019, realisasi investasi langsung dari China menenpati urutan ke dua setelah Singapura. Terdapat investasi di Sulawesi berkisar US $5 miliar yang masih dalam proses tetapi tertunda karena pegawai dari China yang terhambat datang ke Indonesia.
Indonesia adalah salah satu negara yang memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari China untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Larangan ini menyebabkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangannya dan beberapa maskapai terpaksa tetap beroperasi meskipun mayoritas bangku pesawatnya kosong demi memenuhi hak penumpang. Para konsumen banyak yang menunda pemesanan tiket liburannya karena semakin meluasnya penyebaran virus Corona. Keadaan ini menyebabkan pemerintah bertindak dengan memberikan diskon untuk para wisatawan dengan tujuan Denpasar, Batam, Bintan, Manado, Yogyakarta, Labuan Bajo, Belitung, Lombok, Danau Toba dan Malang. Di Eropa juga memberlakukan aturan dimana maskapai penerbangan harus menggunakan sekitar 80 persen slot penerbangan yang beroperasi ke luar benua Eropa agar tidak kehilangan slot ke maskapai pesaingnya.
Bukan hanya di Indonesia yang membatasi perjalanan ke China, namun negara-negara yang lain seperti Italia, China, Singapura, Rusia, Australia dan negara lain juga memberlakukan hal yang sama.
Virus Corona juga sangat berdampak pada sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan asal China mencapai 2.07 juta orang pada tahun 2019 yang mencakup 12.8 persen dari total wisatawan asing sepanjang
2019. Penyebaran virus Corona menyebabkan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia akan berkurang. Sektor-sektor penunjang pariwisata seperti hotel, restoran maupun pengusaha retail pun juga akan terpengaruh dengan adanya virus Corona. Okupansi hotel mengalami penurunan sampai 40 persen yang berdampak pada kelangsungan bisnis hotel. Sepinya wisatawan juga berdampak pada restoran atau rumah makan yang sebagian besar konsumennya adalah para wisatawan. Melemahnya pariwisata juga berdampak pada industri retail. Adapun daerah yang sektor retailnya paling terdampak adalah Manado, Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Medan dan Jakarta. Penyebaran virus Corona juga berdampak pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena para wisatawan yang datang ke suatu destinasi biasanya akan membeli oleh-oleh. Jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset
UMKM juga akan menurun. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tahun 2016 sektor UMKM mendominasi unit bisnis di Indonesia dan jenis usaha mikro banyak menyerap tenaga kerja.
Beberapa langkah yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi dampak dari virus Corona ini adalah menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4.75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4.00% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5.50%. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan terjadinya Covid-19. Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik untuk menjaga agar inflasi dan stabilitas eksternal tetap terkendali serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.

C. Dampak virus corona terhadap kehidupan beragama
Selain dalam kehidupan social dan ekonomi pandemic virus corona juga mempengaruhi kehidupan Bergama dilingkungan masyarakat.
1. Islam
Umat islam sedunia amat terpukul dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi dalam mencegah penyebaran virus Corona. Mereka menutup Mekah dan Madinah untuk dikunjungi. Langkah terus berlanjut hingga penyetopan sementara kegiatan umroh.
Ada yang sudah berangkat, kemudian dipulangkan karena kebijakan ini. Arab Saudi kemudia membuka kembali Masjidil Haram untuk para peziarah. Tapi larangan mengunjungi Mekah dan Madinah masih diberlakukan. Banyak yang khawatir jika wabah virus ini masih akan berlanjut hingga Ramadan atau musim haji. Tak ingin memperkeruh suasana, pihak berwenang Arab Saudi mengatakan larangan kunjungan hanya bersifat sementara.
Beberapa umat muslim di seluruh dunia mulai melakukan perubahan dalam perilaku sehari-hari. Mohammed Allie dari BBC Afrika mengatakan bahwa umat di masjidnya disarankan untuk tidak berjabat tangan atau berpelukan seusai ibadah.
Serta membawa sajadah sendiri Ketika melaksanakan ibadah di masjid.
2. Hindu
Siapa yang tak kenal dengan Festival Holi di India. Festival ini menjadi kegiatan yang paling ditunggu oleh umat hindu. Festival Holi harusnya penuh dengan tawa dan kegembiraan. Festival warna ini memperingatkan umat hindu akan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Namun karena adanya virus Corona, Perdana Menteri India, Narendra Modi, menghimbau umat hindu untuk menghindari pertemuan yang ramai dan besar. Ia sendiri bahkan tak ambil bagian dalam perayaan tersebut.
Meski demikian, masih banyak umat hindu yang turun ke jalan untuk merayakan
Holi. Masker tetap terpasang di wajah demi pencegahan penyebaran virus Corona. Mereka yang tidak ikut dalam perayaan holi hanya tinggal di rumah dan bertukar salam lewat telepon. Dalam situasi seperti ini, keamanan diri memang jadi prioritas. 3. Kristen/Katolik
Ratusan orang yang beribadah di Gereja Kristus di Georgetown, Washington DC, sebuah gereja bersejarah di ibu kota Amerika Serikat, diimbau untuk mengarantina diri sendiri. Ini disebabkan seorang pendeta gereja menjadi orang pertama positif terjangkit virus corona di distrik itu.
Pendeta Timothy Cole dinyatakan positif Sabtu (07/03) lalu, dan kini tengah menjalani karantina bersama keluarganya. Dilaporkan ada sekitar 550 orang yang menghadiri ibadah dimana Timothy memberikan komuni. Di Vatikan, Paus Fransiskus memilih untuk tidak menyampaikan berkat tradisional Minggu dari teras jendela yang menghadap Lapangan Santo Petrus.
Sebagai gantinya ia menyampaikan berkat Minggu secara langsung melalui media internet, dalam upaya untuk mengurangi keramaian di Vatikan. Ini dilakukan saat jutaan orang di Italia bagian utara tengah menjalani karantina. Gereja-gereja Katolik dari Ghana hingga Amerika Serikat dan Eropa telah mengubah cara melaksanakan Misa guna menghentikan infeksi.
Para imam gereja meletakkan hosti atau roti sakramen di tangan para jemaat daripada di lidah. Mereka juga berhenti memberi anggur di piala komunal. Alihalih berjabatan tangan saat tanda perdamaian dalam prosesi ibadah, anggota jemaat diminta cukup mendoakan orang yang duduk di sebelah mereka. Sekalipun paham pentingnya langkah-langkah semacam itu, beberapa jemaat merasa kehilangan.
4. Yahudi
Kepala Rabi Israel David Lau telah mengeluarkan imbauan untuk tidak menyentuh atau mencium mezuzah, yaitu gulungan berisi ayat-ayat agama yang ditempatkan di tiang pintu rumah. Mezuzah biasanya disentuh atau dicium ketika memasuki bangunan atau ruangan. Konferensi rabi Eropa juga telah menyarankan orang untuk tidak mencium barang-barang seperti gulungan Taurat. Rabi Tabick mengatakan bahwa tidak mencium mezuzah bukan soal besar dalam kehidupan kaum Yahudi, tetapi “beberapa hal seperti itu telah menjadi rutinitas”.

• Cegah corona, 5 Lembaga Agama Imbau Beribadah dari Rumah
1. Hal ini sesuai dengan kesepakatan pemerintah guna untuk mencegah penyebaran Covid19 atau pandemic virus corona di rumah ibadah dan masyarakat. Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta, Munahar Muchtar mengatakan, sesuai dengan fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 dikarenakan Covid-19 di Indonesia telah meluas dan darurat Jemaah agar melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Pada waktu yang sama, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DKM) agar tidak membuat kegiatan yang menghadirkan banyak Jemaah, termasuk salat jumat. Ia menuturkan agar kegiatan salat jumat dapat digantikan dengan salat dzuhur di rumah masing-masing.
2. Begitu pun dengan Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah DKI Jakarta Manuel Raintung pun mengimbau kepada seluruh umat kristiani untuk menunda kegiatan di rumah ibadahnya sesuai dengan petunjuk dan pedoman yang dilakukan oleh masing-masing pimpinan gereja.
3. Kemudian Keuskupan Agung Jakarta Room Suyadi  mengajak seluruh umat katolik di DKI Jakarta untuk ambil bagian dalam rangka mengatasi wabah Covid-19 ini dengan menunda kegiatan di rumah ibadah. Ia megimbau agar seluruh umat dapat berubadah di rumahnya masing-masing.
4. Perwalian Umat Buddha Indonesia (walubi) DKI Jakarta Pendeta Liem pun juga mengimbau kepada umat Buddha di seluruh DKI Jakarta agar menunda kegiatan agama di rumah ibadah. Mereka disarankan untuk melakukan ibadah di keidamannya masingmasing sampai meredahnya virus corona.
5. Sementara Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta, I Nengah
Dharma, tak melakukan penundaan untuk umat hindu yang akan mengikuti Upacara Melasti dan Tawur Agung menjalang Hari Raya Nyepi. PHDI hanya membatasi jumlah umatnya saja. PHDI juga membatasi umat Hindu yang akan mengikuti prosesi Tawur
Agung yang akan digelar di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 24 Maret 2020.

BAB 3 

PENUTUP 


A. KESIMPULAN
Infeksi virus ini pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada akhir bulan Desember 2019 setelah beberapa orang mengalami pneumonia tanpa sebab yang jelas dan prosedur perawatan dan vaksin yang diberikan ternyata tidak efektif. Kemunculan penyakit ini diduga berhubungan dengan pasar grosir makanan laut Huanan yang menjual hewan hidup. Dan virus ini telah menyebar kebeberapa negara diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Cara penyebaran corona virus bisa melalui udara, jabat tangan, maupun sentuhan dengan bedan yang terpapar virus corona. Gejala yang timbul jika seseorang terinfeksi diantaranya flu, sesak napas, demam, dan batuk. Sebagai masyarakat yang pandai, kita dapat melakukan pencegahan agar tidak terpapar corona virus contohnya mencuci tangan sesuai dengan pedoman, memakai handsanitizer dan selalu menjaga kebersihan serta Kesehatan diri. Karena corona virus tidak akan mudah terpapar jika seseorang memiliki imun tubuh yang baik. Saat corona virus merebak di Indonesia, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang berisi tentang pencegahan virus corona serta kebijakan ekonomi yang diharapkan dapat membantu masyarakat. Corona virus sendiri memberikan dampak yang buruk bagi perekonomian Indonesia, contohnya berkurangnya kunjungan pariwisata dari dalam negeri maupun luar negeri yang menimbulkan kerugian bagi pengusaha. Selain memberikan dampak pada perekonomian juga memberikan dampak buruk bagi kehidupan social dan tata cara beragama.

B. SARAN 

Sebagai Warga Negara Indonesia di harapkan mampu mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah pemerintah buat, karena itu merupakan salah satu upaya yang dapat mencegah penyebaran corona virus yang semakin meluas. Serta di harapkan pemerintah mampu memberikan pengarahan pada Warganya yang masih bandel akan kebijakan yang telah dibuat. Jadi bantulah pemerintah agar terhindar dari corona virus dengan cara social distancing, belajar dan bekerja melalui rumah serta jangan pergi pariwisata di dalam negeri maupun keluar negeri.

DAFTAR ISI 

https://www.alodokter.com/virus-corona  https://id.m.wikipedia.org/wiki/Koronavirus  https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandemi_koronavirus_2019%E2%80%932020  https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/kesehatan/penyakit/coronavirus-adalah/amp/  https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200320141854-255-485327/adu-cepat-penangananpemerintah-dengan-kerja-virus-covid-19  https://m.cnnindonesia.com/internasional/20200319152332-106-485005/korban-meninggalakibat-corona-di-ri-tertinggi-di-asean  https://nasional.kompas.com/read/2020/03/26/07412441/9-kebijakan-ekonomi-jokowi-di-tengahpandemi-covid-19-penangguhan-cicilan?page=3  https://duta.co/dampak-virus-corona-terhadap-perekonomian-global-khususnya-di-indonesia  https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://m.liputan6.com/bisnis/read/4
205595/upaya-pemerintah-jaga-ekonomi-selama-pandemi-virus  https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/cegah-corona-5-lembaga-agama-imbau-umatberibadah-dari-rumah-eGeN  https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/amp/indonesia-51813486  https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.vivanews.com/amp/beri ta/dunia/39932-virus-corona-apa-dampak-covid-19-atas-tata-cara-ibadahagama&ved=2ahUKEwjbyKKclLroAhWReisKHTOfDhEQFjABegQIBxAB&usg=AOvVaw0jU ySjDdOttyYbvsW4rUO0&ampcf=1
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://m.brilio.net/creator/stigmadan-dampak-sosial-akibat-corona-terhadap-masyarakat-indonesia-
0c8d28.html&ved=2ahUKEwin0-
L_67noAhUk7HMBHT8JDwEQFjAHegQICBAB&usg=AOvVaw3JAVVnPqiDlEBb2gYbUI_5

Leave a Reply