Rangkuman Materi Tata Tulis UTBK | SBMPTN

Posted on

A. Penulisan dan Penggunaan Huruf Kapital Huruf besar atau kapital digunakan antara lain untuk:

  1. Huruf pertama suatu kata pada awal kalimat Contoh:
  • Sudah waktunya kita berdoa.
  • Selama ini, ja paling suka belajar

2. Huruf pertama sebuah kata dalam petikan langsung

Contoh: – Anto berkata,” Saya sudah mengetahui hal itu.”

• “Mengapa engkau datang?” tanya Tini.

  1. Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal hal keagamaan, kitab suci, dan nama Tuhan. Contoh:

•Bimbinglah kami ini ya, Tuhan.

4. Huruf pertama gelar kehormatan, keagamaan, dan keturunan yang dilkut nama orang. Contoh:

• Nabi Muhammad SAW

• Sultan Hamengku Buwono X

  1. Huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang dikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, instansi, tempat Contoh:

• Jenderal Wiranto berkunjung ke Yogyakarta

• Kami menghadap Gubernur DKI.

Huruf pertama nama bahasa, suku, dan bangsa Contoh:

• bahasa Sansekerta • suku Sasak • bangsa Belanda

7. Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan peristiwa sejarah Contoh:

• tahun Masehi, bulan Mel, hari Natal

  1. Huruf pertama nama resmi lembaga pemerintah dan Ketatanegaraan Contoh:

• Undang-Undang Dasar 1945

• Dewan Perwakilan Rakyat

9. Huruf pertama dari singkatan nama gelar dan sapaan. Contoh:

• Doktor = Dr Tuan = Tn.

• Saudara = Sdr. Nyonya = Ny.

B. Penulisan Kata

  1. Kata Turunan

a. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya, Misalnya: bergelar, dkelola, penetapan, menengok, mempermainkan

b. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: bertepuk tangan, garis bawah menganak sungai, sebar luaskan

c. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: mewaris bawah menyebarluaskan dilipatgandakan penghancurleburan

d. Jika ada salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu dituliskan serangkai Misalnya: Adipati, aerodinamika, antarkota, anumerta, audiogram, wahana, bikarbonat, caturtunggal, dasawarsa, dekameter demoralisasi, dwiwarna, kawarna, ekstrakurikuler, infrastruktur, inkonvensional, kolonialisme, kosponsor, mahasiswa, mancanegara, multilateral, narapidana, nonkolaborasi, Pancasila, parpurna, pojam pramuniaga pasangka purnawirawan, reinkarnasi, saptakrida, semi profesional, Skin Seksi, swadaya, telepon, transmigrasi, tritunggal, ultramodern

C. Penulisan Unsur Serapan

Penulisan unsur serapan dari bahasa asing mengikuti kaidah seperti di bawah ini:

Adaptasi Fonologi penulisan unsur serapan sesual dengan pelafalan kata asing tersebut

Contoh

-passive = pasif

-president = presiden

-test = tes

-team = tim

Rumusan tentang hal tersebut di atas dapat dilihat seperti di bawah ini:

  • ae tetap menadi ae (aeromodeling, aerosport)
  • hae menjadi he (hemoglobin, hemofilia)
  • cc/ch menjadi k(karisma, kromosom)

2. Penyerapan utuh/adopsi

Contoh: atom, de facto, de jure, ion, mollusca.