Business team discussing ideas for startup. Leader speaking at board with notes and lightbulb flat vector illustration. Corporate meeting concept for banner, website design or landing web page

Contoh Makalah Analisis Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

Posted on

ANALISIS ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA, ASPEK PEMASARAN, ASPEK KEUANGAN, DAN ASPEK PRODUKSI DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS

(Makalah)

Dibuat dalam Rangka Tugas dan Disampaikan pada Mata Kuliah

Studi Kelayakan Bisnis

Disusun oleh:

NAMA : __________________________

Dosen Pengampu:

NAMA DOSEN :____________________________

PRODI____________________________

FAKULTAS________________________________

UNIVERSITAS__________________

SEMESTER __________________ 2019/2020

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang karena-Nya lah kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menjalankan segala kegiatan kita di ranah dunia yang sementara ini. Juga karena rahmat-Nya kita selalu hidup dalam keridhoan-Nya

Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman serta dosen yang telah membantu saya dalam penyusunan makalah yang berjudul, “Analisis Analisis Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Pemasaran, Aspek Keuangan, Aspek Produksi”, tepat pada waktunya tanpa ada halangan suatu apapun.

Saya menyadari makalah yang saya selesaikan ini jauh dari kata kesempurnaan. Seperti kata pepatah, “Tak Ada Gading Yang tak Retak”. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah yang akan saya susun selanjutnya.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada NAMA DOSEN________________, selaku  dosen pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang telah membimbing saya dalam penyusunan makalah ini. Saya mohon maaf apabila ada salah kata dan segala salah dalam penyusunan makalah ini. Karena itulah saya memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kiranya dihindarkan dari kesalahan dan kekeliruan, serta saya berharapa agar makalah yang saya susun ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Aamiin.

NAMA KOTA, TANGGAL-BULAN-TAHUN

                                                                                    Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 3

A.    Latar Belakang. 3

B.    Rumusan Masalah. 3

C.    Tujuan Penulisan Makalah. 4

BAB II PEMBAHASAN.. 5

A.    Analisis Aspek Sumber Daya Manusia dalam Studi Kelayakan Bisnis. 5

B.    Analisis Aspek Pemasaran dalam Studi Kelayakan Bisnis. 9

C.    Analisis Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis. 13

D.    Analisis Aspek Produksi dalam Studi Kelayakan Bisnis. 15

BAB III PENUTUP. 17

A.    Kesimpulan. 17

B.    Saran. 17

DAFTAR PUSTAKA.. 18

 


BAB I

PENDAHULUAN

 Studi kelayakan bisnis adalah pertimbangan awal yang harus dilakukan sebelum menjalankan usaha dan untuk mengontrol kegiatan operasional agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan mengenal studi kelayakan bisnis, tujuan, dan manfaatnya.

Umumnya tujuan dari studi kelayakan bisnis adalah untuk menghindari risiko kegagalan besar dari kegiatan yang tidak menguntungkan. Studi kelayakan bisnis dibuat untuk berbagai pihak, baik untuk pihak internal perusahaan maupun pihak external perusahaan.

Dalam berbisnis, analisi sangat diperlukan untuk meminimalisasi kerugian yang mungkin terjadi. Analisis berbagai aspek dalam studi kelayakan bisnis meliputi; analisis sumber daya manusia, analisis pemasaran, analisis keuangan, dan analisis produksi. Analisis-analisis dalam studi kelayakan bisnis itu akan saya uraikan dalam pembahasan makalah berikut.

  • Apa yang dimaksud dengan analisis sumber daya manusia dalam studi kelayakan bisnis?
  • Apa yang dimaksud dengan analisis pemasaran dalam studi kelayakan bisnis?
  • Apa yang dimaksud dengan analisis keuangan dalam studi kelayakan bisnis?
  • Apa yang dimaksud dengan analisis produksi dalam studi kelayakan bisnis?

Secara umum, makalah ini saya buat untuk membahas mengenai berbagai macam analisis dalam studi kelayakan bisnis. Analisis tersebut antara lain; analisis sumber daya manusia, analisis pemasaran, analisis keuangan, dan analisis produksi

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam setiap pelaksanaan ide usaha, kita pasti memerlukan adanya aspek sumber daya yang akan menjalankan usaha atau ide menjadi usaha. Dalam beberapa perencanaan sumber daya manusia, perlu menganalisis hal-hal berikut:

  1. Desain Pekerjaan

Setelah penentuan organisasi, maka kita akan menjalankan desain pekerjaan apa saja yang diperlukan untuk menjalankan organisasi. Perusahaan di bidang jasa akan sangat berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, apalagi untuk manufaktur teknologi tinggi.

  • Deskripsi pekerjaan

Deskripsi pekerjaan wajib dilakukan mengingat fungsi setiap departemen harus jelas, tidak terjadi tumpang tindih dalam kegiatan pekerjaan dan menghindari adanya pengulangan pekerjaan yang sama oleh bagian yang berbeda.

  • Job value

Tujuan dari job value adalah penentuan nilai jabatan dengan kapasitas atas orang yang diperlukan. Nilai jabatannya akan dihubungkan dengan penghasilan yang akan diterima dengan tunjangan-tunjangan yang akan diterima, termaksud juga kesempatan jenjang karier.

  • Kapasitas Sumber Daya Manusia

Kapasitas akan menentukan produktivitas dan profitabilitas perusahaan, kapasitas yang sesuai dengan kemampuan produksi perusahaan menjadi sangat penting.

  •  Recruitment

Pencarian sumber daya manusia menjadi penting karena disinilah dimulainya tahapan pertama pengenalan usaha kita. Sumber daya yang tepat akan bertumbuh di posisi yang tepat dalam organisasi yang tetap.

Perusahaan akan menentukan kriteria penyeleksian karyawan baru baik untuk nilai indeks prestasi waktu kuliah, harus lulus psikologi test dan wawancara serta harus lulus test kesehatan.

Dalam rekruitmen perusahaan juga harus menganut beberapa hal yang harus diperhatikan seperti misalnya:

  1. Pemberian kesempatan yang sama untuk semua golongan dan ras.
  2. Pemberian kesempatan kepada kelompok wanita untuk bisa serta kerja dengan kaum pria.
  3. Memperhatikan himbauan pemerintah setempat untuk mempekerjakan karyawan yang berasal dari daerah setempat.
    1. Productivity

Setelah seseorang bergabung dalam organisasi, maka produktivitas menjadi perhatian kita, karena kontribusi positif daripada setiap individu akan menghasilkan organisasi yang positif dan bertumbuh.

Sejalan dengan kapasitas yang sesuai, maka produktivitas menjadi penting karena pengukuran produktivitas harus terpenuhi agar perusahaan bisa melaksanakan efisiensi kerja.

  • Training and Development

Sejalan dengan tuntutan lingkungan dan perkembangan teknologi, maka setiap sumber daya semestinya diberikan pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan tuntutan jaman dan pekerjaan. Pelatihan dan pengembangan juga membawa apresiasi kepada sumber daya manusia karena merasa dihargai dan dibimbing.

Pelatihan bisa diberikan dalam bentuk soft skill dan hard skill. Soft skill adalah pelatihan untuk memperkaya pengetahuan karyawan akan hal-hal yang berhubungan dengan personal karyawan seperti motivasi. Hard skill lebih kepada pelatihan yang berhubungan langsung dengan pekerjaan agar bisa bekerja lebih lagi dari waktu ke waktu.

  • Performance Appraisal

Biasanya dalam masa setahun, setiap karyawan akan mengalami masa-masa konsultasi dengan mendapatkan umpan balik dari kinerja yang dicapai selama masa waktu tertentu. Dalam penilaian karyawan ini, yang dinilai tidak semata-mata pencapaian hasil kuantitatif tapi juga faktor-faktor proses dan kuantitas lainnya. Yang akan dinilai ada faktor kepuasan konsumen, cara manajemen dan juga kerjasama team.

  • Compensation and Benefit

Dalam setiap industry pasti terdapat struktur kompetisi yang akan diberikan kepada karyawannya yang terbaik. Selain gaji dasar, perusahaan juga akan memberikan tunjangan-tunjangan yang disesuaikan dengan tingkat jabatan dan kompetisi di pasar. Biasanya juga karyawan yang berprestasi bagus akan diberikan bonus pada akhir tahun.

  1. Career Planning

Selain pengembangan akan kemampuan karyawan, perlu diperhatikan juga pengembangan karir yang akan dicapai karyawan. Sebelum penentuan karir, perusahaan biasanya juga akan mengkategorikan karyawan kedalam beberapa kelompok.

Kompensasi dan tunjangan-tunjangan bukan satu-satunya yang dicari karyawan, mereka juga ingin mencapai kemajuan untuk dipromosikan ke jabatan yang semakin tinggi maka diperlukan sebuah perencanaan karir yang lebih jelas untuk setiap individu yang ada dalam perusahaan khususnya untuk karyawan yang sangat bagus.

  1. Retrenchment (penghematan)

Setelah seorang karyawan berbakti dalam waktu tertentu, maka karyawan juga akan memasuki tahapan berpisah yakni pensiun. Dalam hal pemutusan hubungan kerja ini, perusahaan semestinya memberikan kompensasi yang sesuai baik itu uang jasa maupun uang pisah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam rangka mengembangkan dan mempertahankan karyawan agar karyawan tidak mudah tertarik untuk pindah kerja ke perusahaan lain, selain memberikan kompensasi dan tunjangan, karyawan juga bisa di motivasi dengan:

  1. Memperluas cakupan pekerjaan (job enlargement)
    1. Rotasi pekerjaan (job rotation)
    1. Pemberdayaan dan partisipasi manajemen

Pada saat ini, perusahaan memiliki dua jenis kerjasama dengan karyawan yakni:

  1. Karyawan telah berpengalaman kerja biasanya akan diterima dengan memberikan masa percobaan selama 3 bulan untuk melihat prestasi kerjanya.
    1. Karyawan yang belum berpengalaman akan diterima dengan masa kerja kontrak untuk masa tertentu seperti 12 bulan misalnya. Kontrak bisa diperpanjang dengan maksimal satu kali untuk jangka waktu yang sama dengan sebelumnya.

Selain kedua tipe tersebut, beberapa perusahaan menempuh cara out sourcing untuk pekerjaan yang dianggap penting, biasanya out sourcing yang dilakukan seperti untuk bagian keamanan perusahaan,bagian general affair tetapi ada juga untuk bagian pembayaran gaji.

Semua hal tersebut dilakukan harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dimana saat ini yang berlaku adalah Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.[1]

Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Sedangkan aspek pemasaran adalah faktor penting yang dijadikan sebagai kunci dari keberhasilan perusahaan khususnya dalam memetakan pasar. Aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha sama halnya dengan aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang dirancang dan diperhatikan sebelum seseorang memulai usaha. Analisis aspek pemasaran dilakukan untuk melihat dan menganalisis kebutuhan pasar agar strategi pemasaran yang akan dirancang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Jika permintaan terhadap produk/jasa yang dibuat kurang memadai seluruh kegiatan aspek-aspek yang lain tidak akan terwujud. Jika prospek permintaan terhadap permintaan produk lebih kecil dari peawarannya maka sistem produksi produk tersebut tidak layak dilaksanakan. Jika market space masih tersedia maka perlu diselidiki apakah pasar masih mampu menampung produk baru yang direncanakan.

Untuk mengetahui potensi permintaan dan penawaran terhadap suatu barang atau jasa, perlu dilakukan penelitian yang mendalam tentang perkembangan permintaan dan jumlah pemasoknya. Perkembangan permintaan dapat diduga melalui perubahan pendapatan, selera dan tingkah laku konsumen dalam membeli barang dan jasa tersebut.

Berikut 4 aspek pemasaran yang penting untuk diketahui sebelum memulai usaha:

  1.  Segmentasi Pasar.

Segmentasi pasar adalah pembagian segmen suatu pasar berdasarkan pembeli. Pada umumnya, demografi, tingkat penghasilan, psikografis, dan kelas sosial menjadi dasar dalam melakukan segmentasi. Dengan melakukan segmentasi pasar, seseorang dapat meraih laba maksimum dan strategi pemasaran akan berjalan dengan lancar.

Pada aspek pemasaran segmentasi pasar, manajemen harus memiliki kriteria tertentu agar menempatkannya dalam posisi yang lebih baik. Setiap kriteria yang dipakai harus dibuat ukuran-ukurannya. Tingkat permintaan rata-rata untuk suatu merk harus berbeda antara segmen yang satu dan lainnya. Begitu pula tingkat sensitivitas pembeli terhadap kebijaksanaan promosi dan pemasaran perusahaan.

Selain itu media pengiklanan tertentu harus tersedia sesuai dengan segmentasi pasar supaya segmen tersebut dapat dicapai secara efisien. Pada akhirnya segmen harus cukup besar sehingga strategi dapat diutamakan untuk peningkatan laba.

Faktor-faktor yang digunakan untuk menyusun aspek pemsaran segmentasi pasar adalah :

  1. Demografi. Seperti umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama, kesukaan, pendidikan dan sebagainya.
  2. Tingkat Penghasilan
  3. Sosiologis. Seperti kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya
  4. Psikologis/psikhografis. Seperti kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan dan sebagainya.
  • Analisa Pasar dan Peramalan Permintaan.

Analisa pasar merupakan hal yang cukup penting. Analisa ini akan membuat aktivitas pemasaran semakin tepat sasaran. Selain itu, seorang wirausaha juga dapat lebih memahami seperti apa situasi, jenis produk, keadaan, dan bentuk promosi yang akan diberikan kepada konsumen.

Analisa pasar merupakan langkah pertama dalam merencanakan strategi yang sesusai dengan kondisi pasar untuk menangkap peluang dan mengembangkan usaha. Pada umumnya analisis ini akan menghasilkan pembaharuan dalam bentuk pemasaran, keuntungan yang diperoleh jika membeli suatu produk seperti diskon dalam situasi dan keadaan tertentu atau berupa hadiah langsung.

Analisis pasar dan pemasaran pada tingkat lanjut adalah dengan melakukan analisa dan peramalan permintaan. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Permintaan Pasar. Pada evaluasi kesempatan pemasaran, kebanyakan perusahaan memilai dengan melihat permintaan pasar. Kemudian apa yang dimaksud dengan permintaan pasar. Kotler mengemukakan definisi permintaan pasar bagi suatu produk adalah “volume total yang akan dibeli oleh kelompok pembeli tertentu dalam lingkungan pemasran tertentu dan program pemasaran tertentu pula”. Melihat definisi tersebut kita dapat melihat bahwa permintaan pasar itu bukanlah merupakan sebuah konsep yang sederhana karena di dalamnya terdapat 8 unsur penting seperti produk, volume total, dibeli, kelompok pembeli, daerah geografis, periode waktu, lingkungan pemasaran, program pemasaran.
  2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Pasar. Menurut para ahli ekonomi, terdapat beberapa faktor utama sebagai penentu dari permintaan pasar. Faktor-faktor tersebut adalah harga produk, harga produk lain, penghasilan pembeli, selera pembeli. Pada faktor-faktor tersebut perlu ditambahkan adanya faktor penentu non-harga seperti usaha periklanan dan usaha penjualan dengan salesman.
  3. Analisa Pesaing

Analisa pesaing adalah satu dari aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang cukup siginifikan. Analisis aspek pemasaran ini menjadi penentu dimana posisi kita dalam dunia bisnis. Pesaing merupakan perusahaan yang memproduksi atau memasarkan barang dan jasa yang memiliki kemiripan dengan produk yang kita hasilkan / tawarkan. Analisa pesaing yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kesempatan, ancaman atau persoalan strategis yang timbul dari pergantian suasana bersaing yang potensial.

Selain itu melakukan identifikasi terkait kekuatan dan kelemahan pesaing perlu dilakukan untuk melihat peluang yang ada. Analisa pesaing dapat diawali dengan melihat pesaing umum dan pesaing potensial. Mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing merupakan kunci dalam penyusunan strategi. Salah satunya adalah berusaha mengembangkan kekuatan perusahaan untuk menutupi kelemahan pesaing. Analisa pesaing ini akan berdampak pada meningkatnya produk maupun strategi pemasaran yang diterapkan. Pada analisa pesaing dilakukan untuk melihat perbedaan dari pesaing yang meliputi kualitas produk harga, sistem pemasaran, maupun aspek-aspek pemasaran lainnya. Analisa ini bertujuan sebagai refrensi bagi perusahaan untuk terus memperbaiki kinerja perusahaan agar mampu meningkatkan daya saing di dunia bisnis.

  • Promosi

Promosi merupakan ujung tombak dari aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha. Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan pembelian. Promosi merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek pemasaran dimana melalui promosi, penjual dapat memberikan informasi secara luas mengenai produk, mempengaruhi dan melakukan langkah persuasif kepada konsumen, dan juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Promosi merupakan suatu info maupun tindakan mengajak yang dilakukan satu arah dalam rangka memberikan pengarahan kepada seseorang maupun sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada pertukaran pada pemasaran. Definisi lainnya menyebutkan bahwa promosi merupakan segala hal terkait kegiatan pemasaran yang memiliki tujuan dalam mendukung permintaan.[2]

Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.[3]

Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti :

  1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
  2. Kebutuhan biaya investasi.
  3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
  4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode  kedepan.
  5. Kriteria penilaian investasi.
  6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.

Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi dua macam, yaitu:

  1. Modal Asing (Modal Pinjaman)

Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman. Perolehan modal asing juga relatif sulit karena diperlukan syarat-syarat tertentu sesuai dengan kebijakan pemilik dana.

Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang relatif tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Disamping itu dengan menggunakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk sungguh-sungguh mengejakan usaha yang dijalankan.

Sumber dana modal asing dapat diperoleh antara lain dari:

  1. Pinjaman dari dunia perbankan
    1. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan modal ventura, atau lembaga keuangan lainnya.
    1. Pinjaman dari perusahaan nonbank
  • Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka. Tertutup artinya hanya dari kalangan internal pemilik saham sebelumnya, sedangkan terbuka dengan menjual saham kepada masyarakat luas.

Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai sesuatu usaha adalah tidak adanya beban bunga seperti modal pinjaman. Perusahaan hanya berkewajiban membayar deviden.

Perolehan dana dari modal sendiri biasanya berasal dari:

  1. Setoran dari pemegang saham
    1. Dari cadangan laba; atau
    1. Dari laba yang belum dibagi.

Beberapa unsur dari aspek produksi/operasi yang harus dianalisis yaitu, mencakup hal-hal sebagai berikut :

  1. Lokasi operasi

Untuk bisnis hendaknya dipilih lokasi yang paling strategis dan efisien, baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pelanggannya. Misalnya, dekat kepada pemasok, kepda konsumen, ke alat transportasi, atau di antara ketiganya. Disamping itu, lokasi bisnis harus menarik agar konsumen tetap loyal.

  • Volume operasi

Volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan kapasitas. Volume operasi yang berlebihan akan menimbulkan masalah baru dalam penyimpanan yang pada akhirnya mempengaruhi harga pokok penjualan.

  • Mesin dan peralatan

Mesin dan peralatan harus sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan yang akan datang serta harus disesuaikan dengan luas produksi agar tidak terjadi kelebihan kapasitas.

  • Bahan baku dan bahan penolong

Bahan baku dan bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup tersedia. Persediaan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan sehingga biaya bahan baku menjadi efisien.

  • Tenaga kerja

Berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan dan bagaimana kualifikasinya. Jumlah dan kualifikasi karyawan harus disesuaikan dengan keperluan jam kerja, dan kualifikasi kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikannya, supaya lebih tepat, cepat, dan hemat.

  • Tata letak

Tata letak adalah tata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi. Tata letak harus tepat dan prosesnya praktis sehingga efisien.[4]

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasa di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa dalam mendirikan suatu saha atau sebelum melakukan kegiatan usaha perlu dilakukannya sebuah analisis. Analisis itu dibuat untuk membantu pengusaha atau manajer dalam mengambil keputusan.

Analisis sumber daya manusia dilakukan untuk mengetahui desain pekerjaan, deskripsi pekerjaan, job value, dan kapasitas sumber daya manusia, Analisis pemasaran dilakukan untuk mengetahui selera konsumen, pesaing, dan strategi pemasaran. Analisis Keuangan membantu pengusaha mengetahui apakah perusahaannya berkembang atau sebaliknya. Analisis produksi berguna untuk menentukan jumlah produksi serta yang berhubungan dengan kegiatan produksi.

B. Saran

Semoga dengan pembuatan makalah ini senatiasa menambah wawsan serta pengetahuan dan yang terpenting adalah menjadi motivasi, baik bagi penyusun maupun rekan-rekan sekalian. Penulis sadari bahwa masih banyak kesalahan dan kehilafan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karean itu krritik dan saran yang bersifat membangun dengan senang hati kami harapkan guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Irfan, Mahfudz. 2015. Studi Kelayakan Bisnis Aspek Sumber. http://mahfudzirfan.blogspot.com/2015/01/studi-kelayakan-bisnis-aspek-sumber.html. Diakses pada 01/06/2020/06:50 am.

Firdausyah, Nevaleona Agustina

https://nevaleonaaf.blogspot.com/2019/10/aspek-pemasaran-dalam-berusaha.html. Diakses pada 01/06/2020/

http://franky-04.blogspot.com/2016/06/aspek-keuangan-dalam-studi-kelayakan.html. Diakses pada 01/06/2020/

http://ryuken123.blogspot.com/2018/08/analisis-aspek-produksi-dan-aspek.html. Diakses pada 01/06/2020/


[1] Mahfudz Irfan. (2015). Studi Kelayakan Bisnis Aspek Sumber. Dikutip kembali dari http://mahfudzirfan.blogspot.com/2015/01/studi-kelayakan-bisnis-aspek-sumber.html/ 01/06/2020/06:50 am

[2] Nevaleona Agustina Firdausyah. (2019). Aspek Pemasarandalam Berusaha. https://nevaleonaaf.blogspot.com/2019/10/aspek-pemasaran-dalam-berusaha.html. Diakses pada 01/06/2020/07:00 am

[3] Franky. (2016). Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis. http://franky-04.blogspot.com/2016/06/aspek-keuangan-dalam-studi-kelayakan.html. Diakses pada 01/06/2020/07:00 am

[4] Ryuken. (2018). Analisis Aspek Produksi dan Aspek. http://ryuken123.blogspot.com/2018/08/analisis-aspek-produksi-dan-aspek.html/ Diakses pada 01/06/2020/07:00 am